CONTOH REVIEW JURNAL ILMIAH
IDENTITAS JURNAL
Judul :
Posisi Media Cetak di Tengah Perkembangan Media Online di Indonesia
Jurmal : Interact Volume 05 No. 01
Halaman : 56-71
Tahun : Mei 2016
Penulis : Satria Kusuma
REVIEW
Derasnya
arus globalisasi serta pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
membawa dampak yang besar terhadap kemajuan peradaban manusia. Satu diantara
dampak tersebut yang dapat kita nikmati dalam kehidupan sehari-hari adalah
kemudahan dalam memperoleh serta mengakses informasi. Hal ini ditandai dengan munculnya internet di tengah
kehidupan manusia. Internet telah memberikan kemudahan-kemudahan pada manusia
dalam banyak hal, kehadirannya membuat dunia
seperti dalam genggaman. Munculnya internet juga berdampak pada
bergesernya posisi media tradisional seperti surat kabar, televisi, dan radio
yang mulai digantikan dengan media online.
Melihat
fenomena tersebut reviewer tertarik untuk mereview jurnal yang
berkaitan dengan kondisi media cetak di era digital. Adapun jurnal yang akan reviewer
bahas merupakan jurnal yang ditulis oleh dosen pada School of Communication,
Unika Atma Jaya Jakarta yang sedang tugas belajar S3 di Pasca Sarjana
Komunikasi Pembangunan di Institut Pertanian Bogor, Satria Kusuma. Satria
Kusuma yang selanjutnya akan reviewer sebut dengan ‘penulis’, memulai
tulisannya dengan memaparkan data kondisi media cetak di beberapa negara barat,
yaitu Ingris dan Amerika Serikat. Di
Inggris tepatnya pada tahun 2007, bisnis
koran The Sun milik Rupert Murdoch bangkrut. Di Amerika Serikat bisnis
koran Chicago Tribune, Los Angeles Time, The Rocky Mountain News, Seattle
Post Intelegencier, Philladephia Inquiry, Baltimore Examiner, Kentucky Post,
King Country Journal, Cincinnati Post, Union City Register Tribune, Halifax
Daily News, Albuquerque Tribune, South Idaho Star, San Juan Star, dan
Majalah Newsweek yang telah menguasai pemberitaan selama 80 tahun pun
turut bangkrut. (Paragraf 2, halaman 57).
Dari
penjelasan yang ada, reviewer melihat bahwa penulis ingin mengetahui
kondisi media cetak yang ada di Indonesia, apakah nasib media di Indonesia akan
sama dengan tren media cetak yang semakin berkurang dan bergeser ke media
online sebagaimana yang terjadi di negara barat. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memaparkan suatu fenomena dan
suatu objek untuk kemudian diambil sebuah kesimpulan. Penulis menggunakan
kajian literatur data sebagai landasan dalam penelitian. Ia memaparkan sejumlah
data statistik sebagai pendukung dalam proses penelitian.
Penulis memaparkan data dari Dewan Pers pada tahun 2014 yang menunjukan
bahwa media tradisional mulai dari koran, televisi, dan radio mengalami
kenaikan dibanding tahun 2013. Media cetak yang pada tahun 2013 hanya berjumlah
409, sedangkan pada tahun 2014 mengalami kenaikan sebanyak 158 menjadi 567
media cetak. Meski secara jumlah bertambah, namun dari segi pembaca telah
mengalami penurunan yang cukup sigifikan, hal tersebut berdasarkan data dari
Badan Pusat Statistik. Situasi tersebut
tidak serta merta membuat media cetak putus asa. Mereka secara perlahan
menyiapkan media online untuk mendampingi keberadaan media cetak. Pada tahun
2014 terdapat 66,7 % surat kabar yang telah meyiapkan versi elektroniknya.
Disusul malajah dan tabloid dengan angka 57,4 % dan 7 %. Artinya media cetak terutama koran telah
berusaha menyiasati penetrasi media online dan berkurangnya pembaca surat
kabar. (Paragraf 1, halaman 61).
Menurut penulis, kehadiran internet membuat umat manusia seperti hidup
dalam sebuah kampung global (global village). Internet sebagai medium telah
mempengaruhi cara kita hidup, termasuk cara kita dalam memproduksi dan
mengonsumsi berita. Masyarakat bisa menjadi produsen sekaligus konsumen
informasi. Mulai bergesernya konsumen untuk mengonsumsi media baru yang
menggunakan koneksi internet dan masyarakat yang mulai meninggalkan media cetak
membuat media cetak harus mengantisipasi dengan melakukan berbagai upaya, salah
satunya adalah dengan konvergensi media.
Berdasarkan penelitian Resmadi dan Yuliar (2014) mengungkapkan bahwa
konvergensi media merupakan salah satu perkembangan media massa yang melibatkan
banyak faktor teknologi di dalamnya. Kehadiran internet mendorong media media
massa menerapkan konsep konvergensi media seperti media online, e-paper,
e-books, radio streaming, dan media sosial. Inovasi konvergensi
media dibutuhkan agar media massa tetap mampu bersaing di era bisnis.
Menurut penulis, meskipun media online berkembang cukup pesat dan media
cetak diprediksikan di negara-negara Barat akan mengalami penurunan, tetapi
dalam konteks di Indonesia media cetak masih dapat bertahan. Hal ini terbukti
dengan eksistensi media cetak dimana terdapat peningkatan jumlah media cetak
baru di tahun 2014 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kecenderungan media
cetak di Indonesia juga mampu beradaptasi dengan cara konvergensi media cetak
ke media online, tanpa meninggalkan
keberadaan media cetak tersebut.
Poin penting yang ingin reviewer garis bawahi dalam penelitian ini
adalah terdapat perbedaan media cetak di Amerika dan Indonesia. Media cetak
Amerika lebih menekankan pada pembenahan organisasi melalui pembagian manajemen
pemberitaan dan ekonomi seperti pembagian editorial dan bisnis serta pemasaran
dan periklanan di Internet. Media cetak Amerika tidak hanya sekedar melakukan
konversi ke media online, tetapi merencanakan bagaimana memanfaatkan website
sesuai dengan tren yang ada. Sedangkan media cetak Indonesia masih berada pada
tahap mengadopsi konvergensi media. Media cetak berupaya untuk meningkatkan
konten dan belum memikirkan strategi pengembangan bisnis. Sisi positif
teknologi digital adalah dapat membuka akses dan meningkatkan partisipasi
masyarakat dalam penyebaran informasi dan pengawasan terhadap pemerintahan yang
demokratis. Manfaat yang diperoleh dari adanya konversi dan konvergensi media
ini adalah terjadinya efisiensi biaya produksi dan distribusi disamping
jangkauan yang lebih luas tanpa adanya batasan wilayah.
Selain itu, penulis mencoba menawarkan strategi yang bisa dilakukan oleh
media cetak dalam menghadapi kehadiran media online, yaitu dengan cara media
cetak harus mampu mempertahankan kredibilitas dan kepercayaan atas informasi yang
disajikan. Kredibilitas dan kepercayaan masyarakat ini hanya dapat dibangun oleh
jiwa profesionalisme wartawan yang berpegang pada etika jurnalisme yaitu
menyajikan informasi yang faktual dan terverifikasi dengan baik. Tidak hanya
itu, penulis juga menawarkan strategi yang lain, yaitu dengan cara menyediakan platform
media dalam bentuk digital dan online atau bisa dikatakan dengan melakukan
konvergensi media. Dengan adanya platform media dalam bentuk online dan
digital, memungkinkan industri media cetak mampu menjawab tantangan pasar dan
kebutuhan konsumen.
Secara umum, penulis telah memaparkan dengan cukup baik mengenai kondisi media cetak di tengah media online di
Indonesia. Menurut reviewer, yang
paling menarik dari penelitian ini adalah solusi yang ditawarkan oleh penulis
kepada media cetak dalam menghadapi gempuran media online. Penulis menyatakan
bahwa media cetak harus mampu mempertahankan kredibilitas dan kepercayaan atas
informasi yang disajikan. Memang benar, media cetak mempunyai beberapa
keunggulan dibanding dengan media online. Media cetak dalam menyampaikan
informasi cenderung lebih mendalam dan isinya pun sangat faktual serta dapat
dipertanggung jawabkan kebenarannya. Media cetak mampu menyajikan berita lebih
akurat, lengkap, dan mendalam karena wartawan dan editor memiliki waktu lebih
panjang untuk mengecek kebenaran, akurasi, dan informasi latar untuk
kelengkapan berita.
Dilihat dari segi bahasa, bahasa yang digunakan cukup komunikatif, sehingga
pembaca dapat dengan mudah memahami apa yang ada dalam penelitian. Reviewer
juga tidak menemukan kata kata yang salah ketik atau typo. Bahkan reviewer
juga tidak menemukan istilah-istilah ilmiah yang kerap membuat pembaca susah
memahami apa isi dari penelitian. Adanya banyak rujukan, juga membuat
penelitian ini semakin kaya.
Namun demikian, seperti pepatah yang
mengatakan bahwa ‘tak ada gading
yang tak retak’, begitu pula dengan penelitian ini yang memiliki
beberapa kekurangan. Reviewer
melihat perlunya penjelasan secara komprehensif dan menyeluruh mengenai kondisi
media cetak yang ada di Indonesia. Kiranya penulis harus mengorek lebih dalam
data-data yang ada, agar penjelasan dapat menyeluruh. Reviewer melihat
bahwa penjelasan mengenai kondisi media cetak di Indonesia kurang lengkap,
meskipun penulis telah mampu memaparkan dengan baik. Penjelasan yang kurang
lengkap membuat pembaca memiliki penjelasan yang ‘setengah-setengah’. Alangkah
lebih baik lagi jika penulis melakukan studi kasus, sehingga hasil penelitian
yang didapat mampu memberikan gambaran secara lebih jelas terhadap pembaca.
Komentar
Posting Komentar