NILAI PERCAYA SUMBER



A. Teori Kredibilitas Sumber
Teori  yang  dikemukakan oleh  Hovland,  Janis dan Kelley yaitu Teori Kredibilitas Sumber ( Source Credibility Theory ) dalam buku Communication  and  Persuasion. Asumsi  dasar   dari  teori ini adalah menyatakan   bahwa   seseorang   dimungkinkan   lebih   mudah dipersuasi   jika sumber-sumber  persuasinya  cukup  kredibel.  Kita  biasanya  akan  lebih  percaya dan cenderung menerima dengan baik pesan-pesan yang disampaikan oleh orang yang memiliki kredibilitas di bidangnya.
Sumber dengan kredibilitas tinggi memiliki dampak besar terhadap opini audiens  daripada  sumber  dengan  kredibilitas  rendah. Sumber yang memiliki kredibilitas  tinggi  lebih  banyak  menghasilkan  perubahan  sikap  dibandingkan dengan sumber yang memiliki kredibilitas rendah.  Ketika  penerimaan  bisa  diterima  dengan  argumen  dalam  mendukung pandangan,   maka   keahlian dan kehandalan komunikator bisa   menentukan kepercayaan  yang  diberikan  kepadanya.  Keahlian  komunikator  adalah  kesan yang dibentuk komunikan tentang kemampuan komunikator dalam hubungannya dengan  topik  yang  dibicarakan.  Komunikator  yang  dinilai  tinggi  pada  keahlian dianggap   sebagai   cerdas,   mampu,   ahli,   tahu   banyak, berpengalaman,   atau terlatih.  Kepercayaan,  kesan  komunikan  tentang  komunikator  yang  berkaitan dengan   sumber   informasi   yang   dianggap   tulus,   jujur,bijak   dan   adil, objektif, memiliki  integritas  pribadi,  serta  memiliki  tanggung  jawab  sosial  yang tinggi`
Hovland  menggambarkan  peranan  kredibilitas  dalam  proses  penerimaan pesan    dengan    mengemukakan    bahwa    para    ahli    akan    lebih    persuasif dibandingkan  dengan  bukan  ahli.  Suatu  pesan  persuaiif  akan  lebih  efektif apabila  kita  mengetahui  bahwa  penyampai  pesan  adalah  orang  yang  ahli  di bidangnya.
Seorang  komunikator  dalam  proses  komunikasi  akan  sukses  apabila berhasil  menunjukan source  credibility, artinya  menjadi  sumber  kepercayaan bagi komunikan. Kepercayaan kepada komunikator mencerminkan bahwa pesan yang   diterima   komunikan   dianggap   benar   dan   sesuai   dengan   kenyataan. Kepercayaan  bagi  komunikan  kepada  komunikator  ditentukan  oleh  keahlian komunikator dalam bidang tugas pekerjaannya dan dapat  tidaknya ia dipercaya.
Kredibilitas komunikator terbentuk oleh keahlian komunikator dalam menguasai informasi mengenai objek yang dimaksud dan memilikiketerpercayaan terhadap derajat kebenaran informasi yang ia sampaikan.
Rakhmat  mengatakan  bahwa  Seorang  komunikator  menjadi source  of credibility disebabkan  adanya  “ethos”  pada  dirinya,  yaitu  apa  yang  dikatakan oleh  Aristoteles,  dan  yang  hingga  kini  tetap  dijadikan  pedoman,  adalah good sense, good  moral  character dan  goodwill.  Adanya  daya  tarik  adalah  sebagai salah   satu   komponen   pelengkap   dalam   pembentukan   kredibilitas   sumber.
Apabila  sumber  merupakan  individu  yang  tidak  menarik  atau  tidak  disukai, persuasi biasanya tidak efektif. Kadang-kadang efekpersuasi yang disampaikan komunikator   yang   tidak   menarik   bahkan   dapat   mengubah   ke   arah   yang berlawanan dengan yang dikehendaki.
Asumsi  epistemologis  dari  teori  ini  bahwa Source  Credibility  Theory adalah sebuah pendekatan yang mengizinkan setiap individu untuk memberikan pandangannya  masing-masing  terhadap  suatu  objek.  Secara  nyata  teori  ini memberikan  penjelasan  semakin  kredibel  sumber  maka akan  semakin  mudah mempengaruhi  cara  pandang audiens. Dengan  kata  lain  kredibilitas  seseorang mempunyai    peranan    yang    penting    dalam    mempersuasi audiens untuk menentukan pandangannya.

B. Pengertian Kredibilitas Sumber
            Credibility atau kredibilitas menunjuk pada suatu kondisi di mana si sumber dinilai punya pengetahuan, keahlian, atau pengalaman yangrelevan dengan topik pesan yang di sampaikannya sehingga pihak penerima menjadi percaya bahwa pesan yang di sampaikannya itu bersifat obyektif. Lazimnya faktor kredibilitas ini di lihat dalam dua dimensi: expertise (keahlian/kecakapan) dan trustworthiness (kepercayaan). dengan demikian, seorang komunikator akan berhasil dalam upaya persuasi yang di lakukannya apabila ia:
1.      Di pandang punya pengetahuan dan keahlian.
2.      Di nilai jujur, punya integritas serta di percayai oleh pihak komunikan (khalayak),
Secara teoritis hasil atau akibat penyampaian pesan terhadap pihak penerima ini akan lebih cepat terjadi apabila si sumbernya memiliki kredibilitas tinggi. namun demikian, tidaklah berarti bahwa hasil upaya persuasif yang dilakukan oleh sumber yang memiliki kredibilitas rendah akan nihil. Lazimnya, upaya persuasif yang dilakukan sumber yang memiliki kredibilitas rendah baru akan tampak setelah kurun waktu tertentu. hasil yang demikian disebut dengan sleeper effect. Hal ini dikarenakan bahwa pihak penerima kemudian akan memusatkan perhatiannya pada faktor-faktor pesannya dan mengabaikan siapa sumbernya.
Kredibilitas yang dimiliki seseorang menurut Rogers (1983), lebih lanjut dapat dibagi menjadi dua jenis:
1.      Competence credibility, adalah kredibilitas yang berhubungan dengan dengan status/kedudukan formal.
2.      Safety credibility, adalah kredibility yang merujuk pada kredibilitas yang tidak berkaitan dengan status/kedudukan formal.
Dengan demikian, seseorang dapat dikatakan memiliki competence credibility dalam suatu hal/bidang apabila ia memang mempunyai status/kedudukan formal dalam hal/bidang tersebut.
Sebagai contoh, di Desa A, ada dua orang tokoh yang selalu dijadikan sumber tempat bertanya yang dapat dipercaya mengenai seluk-beluk persoalan program KB oleh ibu-ibu di Desa A tersebut. Tokoh pertama adalah Ibu Hermini, seorang petugas lapangan program Keluarga Berencana (PLKB). Tokoh kedua adalah Ibu Sulastri istri seorang guru SD. Kredibilitas yang dimiliki oleh Ibu Hermini adalah termasuk jenis Compence Credibility karena ia memang mempunyai peran dan kedudukan formal sebagai petugas lapangan Program KB. Sedangkan kredibilitas yang dimiliki oleh Ibu Sulastri tergolong jenis Safety Credibility. Karena, keahlian yang dimilikinya tidak ada kaitannya dengan kedudukan dan pekerjaan formal dibidang Program KB.
Secara teoretis, upaya persuasi akan lebih efektif apabila dilancarkan tidak hanya oleh orang-orang yang mempunyai competence credibility, tetapi juga melalui orang-orang yang memiliki safety credibility. Karena, orang-orang yang demikian lazimnya dipandang lebih jujur, terbuka, dan dekat dengan masyarakat disekitarnya.

 Sumber
-        Sasa Djuarsa Sendja, dkk. 2007. Pengantar Ilmu Komunikasi.Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Komentar

Postingan Populer