KOMUNIKASI PERSUASIF

     
     PENGERTIAN KOMUNIKASI PERSUASIF
Istilah “persuasi” atau dalam bahasa inggris persuasion bersal dari kata Latin persuasio, yang secara harafiah berarti hal membujuk, hal mengajak, atau menyakinkan. Dalam ilmu komunikasi, kita mengenal adanya komunikasi persuasif, yaitu komunikasi yang bersifat mempengaruhi audience atau komunikannya, sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator. Menurut K. Andeerson, komunikasi persuasive didefinisikan sebagai perilaku komunikasi yang mempunyai tujuan mengubah keyakinan, sikap atau perilaku individu atau kelompok lain melalui transmisi beberapa pesan. Sedangkan menurut R. Bostrom bahwa komunikasi persuasif adalah perilaku komunikasi yang bertujuan mengubah, memodifikasi atau membentuk respon (sikap atau perilaku) dari penerima.
Komunikasi persuasif ini dapat dipergunakan dalam komunikasi politik. Yang dikehendaki dalam komunikasi persuasif adalah perubahan perilaku, keyakinan, dan sikap yang lebih mantap seolah-olah perubahan tersebut bukan atas kehendak komunikator akan tetapi justru atas kehendak komunikan sendiri. Persuasi yaitu menggunakan informasi tentang situasi psikologis dan sosiologis serta kebudayaan dari komunikan, untuk mempengaruhinya, dan mencapai perwujudan dari apa yang diinginkan oleh message Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar komunikasi kita menjadi persuasif atau bisa mempengaruhi orang lain.
  
 Unsur unsur dalam komunikasi persuasive
Menurut aristoteles,komunikasi dibangun oleh tiga unsure yang fundamental,yakni orang yang berbicara ,materi pembicaraan yang dihasilkannya, dan orang yang  mendengarkannya. Aspek yang pertama disebut komunikator atau persuader yang merupakan sumber komunikasi ,aspek yang kedua adalah pesan  dan aspek ketiga adalah komunikan atau persuade yang merupakan penerima komunikasi .
Persuader adalah orang dan/atau sekelompok yang menyampaikan pesan dengan tujuan untuk mempengaruhi sikap,pendapat,dan perilaku orang lain baik secara verbal maupun non verbal .dalam komunikasi persuasive  ,eksitensi persuader benar benar di pertaruhkan .oleh krena itu, ia harus memiliki etos yang tinggi.etos adalah nilai dari diri seorang yang merupakan paduan dan aspek kognisi ,afeksi dan konasi.
Seorang persuader yang memiliki etos tinggi dicirikan oleh kesiapan, kesungguhan, ketulusan, kepercayaan, ketenangan, keramahan dan kesederhanaan. jika komunikasi persuasive ingin berhasil seorang persuader harus memiliki sifat reseptiv,selektiv,digestif,asimilatif,dan transitif.
Persuade adalah orang dan/atau sekelompok orang yng mnjadi tujuan pesan itu disampaikan dan disalurkan oleh persuader baik secara verbal maupun non verbal.variabel kepribadian dan ego yang rumit merupqakan dua kelompok konsep yang Berpengaruh terhadap penerimaan persuade terhadap komunikasi,termasuk juga faktor persepsi dan pengalaman.
Pesan adalah segala sesuatu yang memberikan pengertian kepada penerima.pesan bisa berbentuk verbal maupun nonverbal.pesan verbal terdiri dari pesan verbal yang disengaja dan tak sengaja.pesan nonverbal juga terdiri dari pesan non verbal disengaja dan tidak disengaja.
Saluran merupakan perantara diantara orang orang berkomunikasi.bentuk saluran tergantung pada jenis komunikasi yang dilakukan.
Umpan balik adalah balasan atas perilaku yang diperbuat.umpan balik bisa berbentuk internal dan eksternal .umpan balik internal adalah reaksi persuader atas pesan yang disampaikannya.umpan balik eksternal adalah reaksi penerima(persuade) atas pesan yang disampaikan.umpan balik eksternal bisa bersifat langsung dapat pula tidak langsung.
Efek komunikasi persuasive adalah perubahan yang terjadi pada diri persuader sebagai akibat dan diterimanya pesan melalui proses komunikasi.efek yang bisa terjadi berbentuk perubahan sikap ,pendapat dan tingkah laku.lingkungan komunikasi persuasive adalah konteks situasional dimana proses komunikasi persuasive ini terjadi.hal itu bisa berupa konteks historis,konteks fisik temporal,kejadian kejadian kontemporer,impending events dan norma norma sosiokultural. 
Fungsi Komunikasi Persuasif

Tiga fungsi utama komunikasi persuasif adalah control function, consumer protection function, dan knowledge function. Ada 3 jenis pola komunikasi, yaitu:
1. Komunikasi Asertif, yaitu kemampuan komunikasi yang mampu menyampaikan pendapat secara lugas kepada orang lain (communicate) namun tidak melukai atau menyinggung secara verbal maupun non verbal (tidak ada agresi verbal dan non verbal).
2. Komunikasi Pasif, yaitu pola komunikasi yang tidak mempunyai umpan balik yang maksimal sehingga proses komunikasi seringkali tidak efektif.
3. Komunikasi Agresif, yaitu pola komunikasi yang mengutarakan pendapat/ informasi atau pesan secara lugas namun terdapat agresi verbal maupun non verbal. 
Mempengaruhi seseorang adalah melakukan suatu peran (dalam pengertian secara kasar, yang mempengaruhi kepercayaan atau minat) mengunakan semacam bentuk komunikasi, biasanya bahasa.Suatu kemampuan berbicara atau melakukan suatu peran adalah suatu tindakan yang harus diinginkan dan hanya memiliki beberapa efek tertentu yang bernama keadaan psikologis atau tindakan yang disengaja.
Dalam dimana kita ingin agar cerita kita dipercaya dan ingin mempengaruhi tindakan dari orang orang yang membaca cerita kita oleh karena itu penting mengetahui bagaimana bisa melakukan komunikasi yang persuasif kepada masyarakat agar mendapat umpan balik yang menguntungkan bagi perusahaan. 

            Teknik dalam komunikasi persuasive
            Untuk menguasai teknik persuasi, faktor-faktor yang diperlukan antara lain sebagai berikut. (1) Mampu berpikir dalam kerangka acuan yang lebih besar untuk penggunaan teknik yang tepat dalam suatu keadaan tertentu. (2) Mampu menegakkan kredibilitas. (3) Mampu berempati. (4) Mampu menunjukkan perbedaan dengan sasaran. (5) Mampu mengetahui saat-saat yang tepat untuk menggiring audiens pada pesan yang diberikan. (6) Mampu mengetahui kapan alat bantu komunikasi digunakan, dan lain-lain.
Persuasi merupakan tindakan memanipulasi simbol untuk menghasilkan perubahan melalui “tingkah laku evaluatif” dan “tingkah laku pendekatan-penghindaran” atau “sikap”.
William S. Howell mengetengahkan sepuluh teknik persuasi sebagai berikut. (l) The yes-response technique. (2) Putting it up to you. (3) Simulated disinterest. (4) Transfer. (5) Bandwagon technique. (6) Say it with flower. (7) Don’t ask if, ask which. (8) The swap technique. (9) Reassurance. (10) Technique of irritation.
Charles Larson mengemukakan tujuh teknik dalam komunikasi persuasi, seperti berikut ini. (1) The Yes-yes technique. (2) Don’t ask if, ask which. (3) Answering a question with questions. (4) Getting partial commitment. (5) Ask more, so they settle for less. (6) Planting. (7) Getting an IOU.
Werner J. Severin dan James W. Tankard (1992) mengemukakan tiga teknik persuasi, yakni: (1) appeals to humor, (2) appeals to sex, dan (3) extensive repetition of an advertising message.
           Hambatan dalam komunikasi persuasive
            Pada umumnya, hambatan komunikasi dapat diselesaikan oleh dua faktor, yakni faktor mekanistis komunikasi manusia dan faktor psikologis.Selain itu, hambatan tersebut dapat diselesaikan oleh dogmatisme, stereotipe, dan pengaruh lingkaran.Kondisi itu pun dapat pula disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dapat berupa persepsi sosial, posisi sosial, dan proses sosial, sedangkan faktor eksternal dapat disebabkan oleh faktor penguatan (reinforcement) dan faktor harapan yang diinginkan.
Citra (image) persuader dalam komunikasi persuasif sangat menentukan dalam mengubah, membentuk dan memperkuat sikap, pendapat dan perilaku sasaran sesuai dengan tujuan yang diinginkan.Citra persuader berbanding lurus dengan kredibilitasnya.
Persuader dalam melakukan komunikasinya, akan dihadapkan pada masalah sikap, nilai, dan kepercayaan sasaran yang bertentangan.
Sasaran yang dihadapi persuader dalam menerima pesannya tidak semata menggunakan pikiran yang logis saja. Mereka kadangkala menggunakan perasaan, keinginan, serta pilihan-pilihannya untuk mengambil keputusan. Mereka kadang-kadang bersikap apatis atau skeptis.

Sumber :
Djamaludin malik,deddy dan iriantara yosal.komunikasi persuasive.bandung:remaja rosdakarya.1994
Maulana herdiyan,gumelqar gumgum.psikologi komunikasi dan persuasi.jakarta barat:akademika permata.2013
Sumber buku Komunikasi Persuasif Karya Soleh Soemirat, H. Hidayat Satari, Asep Suryana



Komentar

Postingan Populer