PERTANYAAN BESERTA JAWABAN SEPUTAR SEJARAH DAKWAH
SOAL
1.
Dalam
kajian sejarah dakwah pada dinasti Abasiyah, ada sejumlah tokoh yang monumental
dalam gerakan dakwah diberbagai bidang termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan
dan ilmu-ilmu ke-islam-an. Tugas saudara adalah menguaraikan dua tokoh dari
dinasti Abasiyah yang memiliki jasa besar dalam bidang dakwah islam.
a.
Saudara
mengambil dua tokoh yang menjadi pilihan saudara dan menguraikannya sosok
pribadi dan kepeduliannya terhadap gerakan dakwah pada zaman itu ?
b.
Uraikan
poin-poin penting gerakan dakwahnya dan tingkat keberhasilannya
c.
Tentukan
pula hikmah yang bisa diteladani dalam gerakan dakwahnya
2.
Gerakan
dakwah dalam konteks dakwah indonesia modern ditandai dengan berbagai gerakan
dakwah dari berbagai aliran dan golongan. Tugas saudara mengambil dari salah
satu gerakan dakwah dari ormas yang ada dan hubungan gerakan dakwahnya dengan
media modern. Harus disertai contoh dan analisis keberhasilannya.
JAWABAN
1.
Pemerintah
Bani Abasiyah dinisbahkan kepada Abbas bin Abdul Muthalib, paman Rosululloh
SAW. Dengan khalifah pertamanya adalah Abdulloh as saffah bin Muhammad bin Ali
bin Abdillah bin Abbas bin Abdil Muthalib. Bani Abasiyah didirikan pada tahun
132 Hijriah (750 M) oleh Abu Al Abbas Assaffah yang sekaligus menjadi khalifah
pertama. Kekuasaan Bani Abbasiyah berlangsung dalam rentang waktu yang panjang
yaitu selama lima abad (132-656 H).
Bani Abbasiyah mencapai puncak kejayaan pada masa kholifah Harun
Ar Rasyid dan kholifah Al Makmun.
a)
Harun Ar Rasyid (170-193 H)
Dalam sejarah Arab Islam, masa Ar Rasyid adalah masa paling
gemilang dan indah. Ketika itu negara memiliki wilayah yang luas sekali sekali.
Harun Ar-Rasyid lahir di Rayy pada bulan
Februari tahun 766 M dan wafat pada
tanggal 24 Maret 809 M, di Thus, Khurasan. Harun Ar-Rasyid adalah kalifah
kelima dari kekalifahan Abbasiyah dan memerintah antara tahun 786 hingga 803 M.
Ayahnya bernama Muhammad Al-Mahdi, khalifah yang ketiga dan kakaknya, Musa
Al-Hadi adalah kalifah yang keempat. Ibunya Jurasyiyah dijuluki Khayzuran
berasal dari Yaman. Meski berasal dari dinasti Abbasiyah, Harun Ar-Rasyid
dikenal dekat dengan keluarga Barmak dari Persia (Iran). Ia dibesarkan dengan
baik di lingkungan istana dan diasuh agar memiliki pribadi yang kuat dan
berjiwa toleransi. Pada masa mudanya, Harun banyak belajar dari Yahya ibn
Khalid Al-Barmak. Ayahnya telah
memberikan beban dan tanggung jawab yang berat di pundaknya dengan melantiknya
sebagai gubernur di Saifah pada tahun 163 H. Kemudian pada tahun 164 H
diberikan wewenang untuk mengurusi seluruh wilayah Anbar dan negeri-negeri di
wilayah Afrika Utara. Era pemerintahan
Harun, yang dilanjutkan oleh Ma'mun Ar-Rasyid, dikenal sebagai masa keemasan
Islam (The Golden Age of Islam), di mana saat itu Baghdad menjadi salah satu
pusat ilmu pengetahuan dunia.
Pribadi dan akhlak Harun al-Rasyid yang baik dan mulia, begitu
dihormati dan disegani. Jabatan khalifah tidak membuatnya terhalang untuk turun
ke jalan-jalan pada malam hari, tujuannya untuk melihat keadaan rakyat yang
sebenarnya. Ia ingin melihat apa yang terjadi dan menimpa kaum lemah dengan
mata kepalanya sendiri untuk kemudian memberikan bantuan. Dia salah seorang
khalifah yang suka bercengkrama, alim, dan dimuliakan. Selain itu, ia juga
terkenal sebagai seorang pemimpin yang pemurah dan suka berderma. Suka musik,
mencintai ilmu pengetahuan, dekat dengan para ulama. Kepribadian lain yang
dimiliki Khalifah Harun al-Rasyid adalah sikapnya yang tegas, mampu
mengendalikan diri, tidak emosional, dan sangat peka perasaannya. Kehidupannya
atas sikap-sikapnya yang baik dikemukakan oleh Abul 'Athahiyah, seorang penyair
kenamaan saat itu. Selain itu, Harun al-Rasyid juga dikenal sebagai seorang
khalifah yang suka humor.
Ia tidak pernah menyia-nyiakan kebaikan orang kepadanya dan tidak
pernah menangguh-nangguhkan untuk membalasnya. Beliau menyukai syair dan para
penyairnya serta gemar tokoh-tokoh sastra dan fikih, malah beliau sangat
menghormati dan merendahkan diri kepada alim ulama.
Beliau merupakan khalifah paling baik, dan raja dunia paling agung
pada waktu itu. Beliau biasa menunaikan haji setahun dan berperang setahun.
Sekalipun sebagai seorang khalifah, beliau masih sempat shalat yang bila
dihitung setiap harinya mencapai seratus rakaat hingga beliau wafat. Beliau
tidak meninggalkan hal itu kecuali bila ada uzur. Demikian pula, beliau biasa
bersedekah dari harta pribadinya setiap harinya sebesar 1000 dirham. Beliau
orang yang mencintai ilmu dan para penuntut ilmu, mengagungkan kehormatan Islam
dan membenci debat kusir dalam agama dan perkataan yang bertentangan dengan
Kitabullah dan as-Sunnah an-Nabawiyyah. Diantara sifat-sifat Harun Ar-rasyid
yang paling menonjol adalah beliau lebih mengutamakan akal dari pada emosi.
Karena beliau seorang yang cinta akan ilmu pengetahuan, maka tidak
aneh bila ia sangat peduli dengan ilmu pengetahuan. Pada masanya kemajuan dalam
ilmu pengetahuan sangat melimpah. Masa Bani Abasiyah sebelum pemerintahan Harun
Ar Rasyid telah menyebabkan masa Harun Ar Rasyid memiliki limpahan ilmu
pengetahuan, baik bahasa, sastra dan penerjemahan berbagai disiplin ilmu
pengetahuan. Dengan demikian masa ini telah mengalirkan sungai sungai ilmu
pengetahuan. Sehingga hal tersebut memunculkan berbagai macam karya yang
brilian. Bashrah, Baghdad dan Kufah senantiasa melahirkan ilmuwan dalam jumlah
yang sangat besar. Urusan agama pun menjadi kokoh, orang orang zindik telah
tiada sehingga tidak bisa bergerak dan muncul kembali. Agama memiliki pengaruh
besar dimasyarakat. Penghinaan terhadap orang-orang beragama pun semakin
berkurang tidak seperti yang pernah terjadi pada tahun tahun sebelumnya.
Point penting gerakan dakwah dan tingkat keberhasilan Harun Ar
Rasyid antara lain :
1) Memajukan
Bidang Ilmu Pengetahuan, Seni Dan Kebudayaan
a) Mendorong keluarga kerajaan untuk mengikuti kuliah-kuliah ilmu
pengetahuan
b)Mewajibkan para pegawai untuk meningkatkan keahlian dalam bidang
pemerintahan dengan sekolah kembali
c) Memberi beasiswa kepada para cendekiawan
d) Mendirikan fasilitas-fasilitas untuk kepentingan riset bagi para
sarjana
e) Menggali naskah-naskah di beberapa wilayah yang dikuasai
f) Mentransfer ilmu pengetahuan Persia
g) Mengembangkan ilmu kedokteran, ilmu matematika dan astronomi
india
h) Mengembangkan ilmu filsafat Yunani
i) Mendirikan sekolah satra, seni arsitektur
j) Mendirikan sekolah musik
k) Membesrkan tokoh-tokoh, ilmuwan dan seniman,seperti :
·
Amsal
Syafi`I, Abdullah bin Idris, Isa bin Yunus, Ibrahim Al-Maosuli
·
Abu
jibril
·
Qadhi
Abu Jibril
·
Abu
Nuwas
·
Abdul
`Ula al-Muara, Rasyid Ishaq, Abdul Ithiya, Ismail Ibnu Qasim, Omar Khayyam
·
Imam
Malik
·
Imam
sibawaih
Harun ar-Rasyid memperbesar departemen studi ilmiah dan
penerjemahan yang didirikan kakeknya, Al-Mansur. Kemurahan hati ar-Rasyid, para
menteri dan anggota istana yang berbakat terutama keluarga Barmak, yang saling
berlomba membantu ilmu pengetahuan dan kesenian, membuat Baghdad menjadi pusat
yang menarik orang-orang terpelajar dari seluruh dunia.
Semangat luar biasa dari khalifah HarunAl-Rasyid merintis
berdirinya lembaga ilmu pengetahuan yang dinamakan Baitul Hikmah. Baitul
Hikmah merupakan lembaga riset dan penelitian terbesar. Para ilmuwan diseluruh
dunia berdatangan ke bagdad, untuk mengembangkan Ilmu-ilmunya. Biaya yang besar
sengaja dianggarkan untuk kemajuan ilmu, sehingga Baghdad menjadi Barometer
ilmu pengetahuan dunia.
2) Membangun
Infrastruktur Kekhalifahan Dan Kemaslahatan Rakyat
Dibangunnya Infrastruktur untuk kesejahteraan dan kemakmuran
Rakyat, mulai dari “Kuttab” (Lembaga pendidikan dasar, pendidikan menengah dan
pendidikan tinggi).
Kebijakan dibidang pembangunan yang langsung dirasakan
rakyat;petani, buruh, dan sebagainya direncanakan pembangunan bendungan(waduk)
untuk kepentingan rakyat yang bernama “Zubaidah”(diambil dari nama istri
khalifah ).Kebijakan lain seperti dibangunnya “Baitul mal” sebagai lumbung uang
negara dan rakyat.
3) Membangun
Pusat-Pusat Kegiatan Ekonomi Dan Industri
Khalifah yang cerdas, amanah, jujur ini pun juga melakukan
pembangunan dibidang ekonomi dan industri, seperti dalam bidang: Pertanian dan
Industri.
a) Bidang pertanian
Mewujudkan para petani yang maju dan professional.dilirik juga oleh
khalifah Harun Al-Rasyid, seperti :
·
Membuat
sistem Irigasi
·
Membangun
bendungan –bendungan dank anal-kanal untuk kemajuan pertanian
·
Membendung
mata air “zubaidah”yang dialirkan ke Mekah.
·
Meningkatkan
pembangunan politik dan wilayah kekuasaan Bagdad
Menilik peristiwa konflik horizontal pada masa runtuhnya Bani
Umayyah, Khalifah Harun Al-Rasyid meningkatkan kekuatan politik dan militer.
Wilayah Bagdad berkembang mulai dari Afrika Utara sampai Hindu Kush,India.bukti
kekuatan militer dan politik Bagdad yaitu :
a) Memerangi bizantyum sampai enam kali
b) Bizantyum takluk menjadi satu kesatuan Negara Bagdad
c) Menaklukkan wilayah India Kush.
4) Di Bidang Hubungan Luar Negeri
Khalifah telah
menjalin hubungan diplomatik dengan beberapa negara di timur dan barat. Dialah
khalifah pertama yang menerima para duta besar di istananya. Seperti duta besar
yang diutus kaisar Cina dan penguasa Perancis, Charlemagne. Kepada penguasa
Perancis ia memberikan sebuah jam yang buat masyarakat barat katika itu masih
merupakan barang yang aneh.
Berangkat dari
sikap ingin mensejahterakan rakyat maka apapun ia berikan. Keadaan aman ia
berikan sehingga membuat para pedagang, saudagar, kaum terpelajar dan jamaah
dapat melakukan perjalanan di seluruh wilayah kerajaannya yang sangat besar. Ini
menjadikan Bagdad, ibu kota pemerintahan Bani Abbas, sebagai pusat perdagangan
terbesar dan teramai di dunia. Pada saat itu, banyak terjadi pertukaran barang
serta valuta dari berbagai penjuru. Dengan demikian, negara banyak memperoleh
pendapatan dari kegiatan perdagangan tersebut lewat sektor pajak sehingga
negara mampu membiayai pembangunan sektor-sektor lain.
Pada masa itu,
Baghdad menjadi mercusuar kota impian 1.001 malam yang tidak ada tandingannya
di dunia pada abad pertengahan. Daulah Abbasiyah pada masa itu, mempunyai
wilayah kekuasaan yang luas, membentang dari Afrika Utara sampai ke Hindukush,
India. Kekuatan militer yang dimilikinya juga sangat luar biasa. Banyak nasihat
dan anjuran kebaikan mengalir dari Yahya dan Abunawas kepada Harun Ar-rasyid.
Hal ini yang dapat membentengi Khalifah Harun Ar-Rasyid dari
perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari ajaran-ajaran Islam. Suasana negara
yang aman dan damai membuat rakyat menjadi tenteram. Bahkan pada masa
pemerintahan Harun Ar-Rasyid sangat sulit mencari orang yang akan diberikan
zakat, infak dan sedekah, karena tingkat kemakmuran penduduknya merata.
Hikmah Dari
Keteladanan Gerakan Dakwah Harun Ar Rasyid
Ada banyak
sekali hikmah yang dapat kita ambil dari keteladanan kholifah Harun Ar Rasyid,
kecintaannya akan ilmu pengetahuan, membuat ia sangat peduli dengan ilmu
pengetahuan. Pada masanya kemajuan dalam ilmu pengetahuan sangat melimpah. Semangat luar biasa dari khalifah
HarunAl-Rasyid merintis berdirinya lembaga ilmu pengetahuan yang dinamakan
Baitul Hikmah. Para ilmuwan diseluruh dunia berdatangan ke bagdad, untuk
mengembangkan Ilmu-ilmunya. Biaya yang besar sengaja dianggarkan untuk kemajuan
ilmu, sehingga Baghdad menjadi Barometer ilmu pengetahuan dunia.
Beliau adalah Pemimpin
yang Prorakyat, Sang khalifah benar-benar memperhatikan dan mengutamakan
kesejahteraan rakyatnya. Guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dan negara,
Harun Ar-Rasyid berupaya dengan keras memajukan perekonomian serta perdagangan.
Pertanian juga berkembang dengan begitu pesat, lantaran khalifah begitu mena
ruh perhatian yang besar dengan membangun saluran irigasi. Langkah pemerintahan
Harun Ar-Rasyid yang serius ingin menyejahterakan rakyatnya itu mendapat
dukungan rakyatnya. Kemajuan dalam sektor perekonomian, perdagangan dan
pertanian itu membuat Baghdad menjadi pusat perdagangan terbesar dan teramai di
dunia saat itu.
b)
Al Makmun
Khalifah
Al-Ma’mun mempunyai nama asli Abdullah Al-Makmun atau Al-Makmun Al-Rasyid atau
Al-Makmun bin Al-Rasyid bin Al-Mahdi mempunyai gelar Abu Al-Abbas. Dia
dilahirkan pada pertengahan bulan Rabiul Awwal tahun 170 H (sekitar tanggal 14
September 786), di mana pada saat itu pula bertepatan dengan meninggalnya
saudara ayahnya, Al-Hadi yang kemudian digantikan oleh ayah al-Ma'mun yaitu
Harun ar-Rasyid.
Ibu dari
al-Ma'mun adalah seorang bekas budak yang kemudian dinikahi ayahnya bernama
Murajil, dan dia meninggal hanya beberapa hari setelah melahirkan al-Ma'mun.
Al-Ma'mun
merupakan orang kedua yang berkuasa di keturunan Harun ar-Rasyid, selain itu
saudara-saudara lainnya adalah al-Amin dan al-Mu'tasim yang menjadi khalifah
sedangkan lainnya adalah al-Qasim dan al-Mu'taman. Keturunan al-Ma'mun tidak
ada yang meneruskan menjadi khalifah, kekuasaan diteruskan oleh keponakannya,
anak dari al-Mu'tasim yang bernama al-Watsiq.
Sebelum usia 5
tahun ia dididik agama dan membaca al-Qur’an oleh dua orang ahli yang terkenal
bernama Kasai Nahvi dan Yazidi. Sejak kecil al-Ma’mun telah belajar banyak
ilmu. Dia menimba ilmu hadits dari ayahnya, dari Hasyim, dari Ibad bin Al-Awam,
dari Yusuf bin ‘Athiyyah, dari Abu Mu’awiyah adh-Dharir, dari Ismail bin
‘Aliyah, Hajjaj al-A’war dan Ulama-ulama lain di zamannya.
Untuk untuk
mendalami belajar Hadits, Harun Al-Rasyid menyerahkan al-Ma’mun kepada Imam Malik di Madinah. Kemudian beliau
belajar kitab al-Muwattha, karangan Imam Malik yang sangat singkat, al-Ma’mun
telah menguasai Ilmu-ilmu kesastraan, tata Negara, hukum, hadits, falsafah,
astronomi, dan berbagai ilmu pengetahuaan lainnya. al-Ma’mun menghafal
al-Qur’an begitu juga menafsirkannya.
Tidak seorang
pun dari khalifah Bani Abbasiyyah yang lebih pintar darinya. Dia adalah seorang
pembicara yang fasih dan singa podium yang lantang. Tentang kefasihannya dia
berkata, “Juru bicara mu’awiyah adalah ‘Amr bin Ash, juru bicara Abdul Malik
adalah Hajjaj, dan juru bicara saya adalah diri saya sendiri.” Disebutkan bahwa
di dalam Bani Abbas itu ada Fatihah
(pembuka), wastilah (penengah),
dan Khatimah (penutup). Adapun pembukanya adalah as-Saffah, penengahnya adalah
al-Ma’mun dan penutupnya adalah al-Mu’tadhid.
Al Makmun
menyerupai sebagian sifat ayahnya dan tidak menyerupai sifat yang lain. Al
Makmun adalah seorang pemalu, jujur, mulia, mencintai manusia dan senang jika
mereka mencintainya. Dalam hal ini ia menyerupai ayahnya. Namun, disamping rasa
malu dan jujur dia adalah seorang yang murah hati, hati-hati dalam bertindak
dan berpandangan jauh. Dalam hal ini ia tidak menyerupai ayahnya. Ar Rasyid
adalah seorang yang mampu memecahkan persoalan pada waktu itu juga. Adapun al
Makmun, karena dia adalah orang yang hati-hati dia bisa menangguhkan pemecahan
masalah hingga ia yakin terhdapa pemikiran yang benar.
Dalam berpikir
dia sangat mendalam, sedalam ilmuwan. Tentu saja, dia adlah ilmuwan yang
sebenarnya. Dia melihat persoalan dari jauh dan dekat. Jika hal tersebut
dipecahkan sekarang, apa manfaatnya ? jika pemecahannya ditangguhkan, apa yang
akan terjadi ? dia tidak yakin terhadap sebuah hal kecuali setelah melihat
kondisi sebenarnya. Jika dikagetkan dengan suatu kejadian, dia akan menunda
pemecahannya hingga pendapatnya tentang kejadian tersebut telah lurus. Dia
memcahkan persoalan dengan tenang, tanpa disertai amarah atau musyawarah. Dia
tidak memiliki kekerasan. Dia ingin pemecahan dilakukan dengan tenang, halus
dan lembut.
Point penting gerakan dakwah dan tingkat keberhasilan Al Makmun :
1)
Gerakan
Penerjemahan
Gerakan penerjemahan berbagai macam buku dalam berbagai bidang ilmu
pengetahuan yang menurut beliau dapat meningkatkan minat dan kecintaan kaum
muslimin terhadap ilmu pengetahuan yang dapat menghantarkan mereka menuju
kehidupan yang bahagia dunia dan akhirat.
Tim penerjemah yang dibentuk Al-Ma’mun terdiri dari Hunain Ibn
Ishaq sendiri dan dibantu anak dan keponakannya, Hubaish, serta ilmu lain
seperti Qusta ibn Luqa, seorang beragama Kristen Jacobite, Abu Bisr Matta ibn
Yunus, seorang Kristen Nestorian, Ibn ‘Adi, Yahya ibn Bitriq dan lain-lain. Tim
ini bertugas menerjemahkan naskah-naskah Yunani terutama yang berisi ilmu-ilmu
yang sangat diperlukan seperti kedokteran, bidang astrologi, dan kimia.
2)
Memperluas
dan mengembangkan Baitul Hikmah
Untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan saat
itu, Khalifah Al-Makmun memperluas Baitul Hikmah (Darul Hikmah) yang didirikan
ayahnya, Harun Ar-Rasyid, sebagai Akademi Ilmu Pengetahuan pertama di dunia.
Baitul Hikmah diperluas menjadi lembaga perguruan tinggi, perpustakaan, dan
tempat penelitian. Lembaga ini memiliki ribuan buku ilmu pengetahuan.
3)
Mendirikan Majelis Munazharah
Lembaga lain yang didirikan pada masa Al-Makmun adalah
Majalis Al-Munazharah sebagai lembaga pengkajian keagamaan yang
diselenggarakan di rumah-rumah, masjid-masjid, dan istana khalifah.
4) Pengembangan institusi pendidikan
Awal dari lembaga-lembaga pendidikan dalam sejarah islam tidak dapat
dipisahkan dari fungsi dan peranan masjid. Disamping sebagai pelaksanaan
ibadah, maka masjid pula sebagai pusat penyebaran dan pengembangan ilmu
pengetahuan. Seluruh lembaga pendidikan islam pada masa Abbasiyah dapat
diklasifikasikan menjadi tiga tingkat, yaitu :
-
Pendidikan dasar
(rendah) yang terdir dari kuttab, rumah toko, pasar, dan istana
-
Pendidikan menengah
yang mencakup masjid dan sanggar seni dan ilmu pengetahuan
-
Pendidikan tinggi yang
meliputi masjid, madrasah dan perpustakaan seperti baitul hikmah dan dar al
ulum dikairo
Tingkat keberhasilan kholifah al makmun sangatlah tinggi , hal ini dapat
dilihat dari Perpustakaan yang didirikan ayahnya yaitu Khalifah
Harun ar-Rasyid mencapai puncaknya dimasa kepemimpinan Khalifah Al-Ma'mun yang
berkuasa pada 813-833 M yang mana perpustakaan ini di sematkan sebagai
usahanya. Al-Ma'mun juga diakui usahanya dalam memunculkan banyak ilmuwan
terkenal untuk saling berbagi informasi, pandangan dan budaya di Rumah
Kebijaksanaan. Berpusat di Baghdad sepanjang abad ke-9 hingga ke-13, terdapat
banyak ilmuwan disana termasuk diantaranya orang-orang dengan latar belakang
Persia maupun Kristen yang ikut ambil bagian pada penelitian dan pendidikan di
lembaga ini. Selain menerjemahkan buku-buku asing kedalam bahasa Arab, para
ilmuwan yang memiliki hubungan dengan Rumah Kebijaksanaan juga banyak membuat
kontribusi asli yang besar di berbagai bidang. Dibawah kepemimpinan Al-Ma'mun,
observatorium didirikan, dan Rumah Kebijaksanaan telah menjadi pusat untuk
studi humaniora dan ilmu pengetahuan yang terbaik pada abad pertengahan Islam,
meliputi bidang matematika, astronomi, kedokteran, alkimia dan kimia, zoologi,
geografi dan kartografi. Juga dengan mengambil literatur-literatur dari India,
Yunani, dan Persia, para ilmuwan disana mampu mengumpulkan koleksi pengetahuan
dunia secara masif, dan berdasarkan itu semua mereka membuat penemuan-penemuan
mereka sendiri. Pada pertengahan abad ke-9 masehi Rumah Kebijaksanaan telah
menjadi repositori terbesar dari buku-buku dunia.
Pada masa kepemimpinannya, al-Ma’mun sering mengumpulkan para fukaha dari
berbagai penjuru negeri. Beliau memiliki pengetahuan yang sangat luas dalam
masalah fiqih, ilmu bahasa arab, dan sejarah umat manusia. Saat beliau
menjelang dewasa, al-Ma’mun banyak bergelut dengan ilmu filsafat dan ilmu-ilmu
yang pernah berkembang di yunani sehingga membuatnya menjadi seorang pakar
dalam bidang ilmu ini. Ilmu filsafat
yang dipelajari telah menyeretnya kepada pendapat yang menyatakan bahwa
al-Qur’an adalah makhluk.
Hikmah
Dari Keteladanan Gerakan Dakwah Al Makmun :
Adapun hikmah dari keteladanan kholifah al makmun tidak jauh
berbeda dengan ayahnya, kecintaannya yang sama terhadap ilmu pengetahuan membuat ia dalam dua
dasawarsa kekuasaannya, sang khalifah juga berhasil menjadikan dunia Islam
sebagai penguasa ilmu pengetahuan dan peradaban di jagad raya. al-Ma’mun
merupakan Khalifah Abbasiyah ketujuh yang mengantarkan dunia Islam pada puncak
pencapaian. Beliau juga dikenal sebagai figur pemimpin yang dianugerahi
intelektualitas yang cemerlang. Beliau
menguasai beragam ilmu pengetahuan. Kemampuan dan kesuksesannya
mengelola pemerintahan dicatat dengan tinta emas dalam sejarah peradaban Islam.
2.
Gerakan
dakwah dalam konteks dakwah indonesia modern ditandai dengan berbagai gerakan
dakwah dari berbagai aliran dan golongan. Salah satu Organisasi masyarakat di
Indonesia yang melakukan gerakan dakwah dan hubungan gerakan dakwahnya dengan
media modern adalah Muhammadiyah.
Muhammadiyah didirikan pada tanggal
18 November 1912 M, yang bertepatan dengan tanggal 08 Dzulhijjah 1330 H. itulah
kehadiran sebuah gerakan Islam modernis terbesar di Indonesia, yang melakukan
perintisan atau pelaporan pemurnian sekaligus pembaharuan Islam dinegeri
berpenduduk terbesar muslim dunia. Muhammadiyah didirikan oleh seorang Kyai
alim, cerdas, dan berjiwa pembaharu, yakni KH. Ahmad Dahlan atau Muhammad
Darwis dari kota Santri Kauman
Yogyakarta.
Dakwah melalui multimedia merupakan
aktivitas dakwah dengan memanfaatkan berbagai bentuk tekhnologi informasi dan
komunikasi sebagai media atau wahana pencapaian tujuan dakwah. Dakwah lewat
multimedia dapat melalui media cetak, media elektronik, media virtual atau internet. Adapun agenda yang dilakukan Muhammadiyah
adalah menyangkut aspek persepsi atau
wawasan, aspek sumberdaya manusia, dan kelembagaan, serta aspek kegiatan
/program .
Kesadaran bermedia di kalangan
Muhammadiyah sudah tumbuh sejak tahun 30-an. Selain menerbitkan media massa,
Muhammadiyah juga membentuk Bagian Pustaka sebagai salah satu lembaga
Muhammadiyah paling awal. Artinya,
kepedulian terhadap hal-hal yang terkait informasi sudah tertanam sejak awal di
persyarikatan Muhammadiyah. Sebagai salah satu Ormas yang bercorak pembaharu,
Muhammadiyah senantiasa melakukan adaptasi terhadap perkembangan media
informasi.
Untuk memegang kunci peradaban,
gerakan keilmuan sudah dipelopori oleh bagian pustaka yang dideklarasikan
beserta empat lembaga lainnya. Dalam perkembangannya, baik Muhammadiyah maupun
Aisyiyah selalu akrab bukan hanya dengan buku, tetapi juga dengan media massa.
Walaupun dalam catatan sejarah Muhammadiyah pernah memiliki media massa yang
bercorak umum namun tidak bertahan, namun secara konsisten media internal tetep
terbit hingga hari ini yaitu Suara Muhammadiyah dan Suara Aisyiyah, disamping
beberapa media lain yang diterbitkan oleh lembaga dan atau majelis di tingkat
pusat maupun di wilayah dan daerah.
Perkembangan teknologi yang masuk
pada babak baru dimana internet menjadi salah satu media informasi yang tidak
bisa dipisahkan dari kehidupan manusia saat ini, Muhammadiyah melakukan
penyesuaian dengan membuat situs yang memiliki konten sangat kaya dan informatif.
Keberadaan situs (www.muhammadiyah.or.id) sudah sangat cukup untuk mewadahi
berbagai informasi yang bisa menjelaskan apa itu Muhammadiyah dan apa saja
aktivitas Muhammadiyah.
Komentar
Posting Komentar