PROSPEK DAN TANTANGAN PROFESI JURNALIS DI ERA DIGITAL
Prospek dan Tantangan Profesi Jurnalis di Era Digital
Media massa memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
Media massa berperan dalam seluruh sendi kehidupan bermasyarakat, mulai dari
hal yang sederhana sampai ke hal yang rumit sekalipun, media massa selalu
mempunyai ruang tersendiri dalam masyarakat. Jumlah media massa cukup banyak,
mulai dari skala lokal, regional, nasional maupun internasional. Ini prospek
sekaligus tantangan bagi lulusan jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam untuk
menembusnya. Pilihannya adalah berada diluar atau ikut mengelola.
Terkait dengan dakwah, media massa bisa digunakan sebagai media
(alat) untuk berdakwah. Mulai dari persoalan umat, hingga sampai ke persoalan
politik agama. Media massa menjadi wadah yang sangat bagus terkait dengan hal
tersebut, mengingat bahwa masyarakat saat ini tidak pernah terlepas dari media.
Muhammad Syafii Antonio mengatakan, “Ada tujuh bidang yang patut
diambil dan digarap oleh para pengusaha muslim. Satu dalam bidang halal food,
dua dalam bidang tour and travel, ketiga hotel, keempat dalam bidang
obat-obatan, kelima dalam bidang kosmetik, keenam bidang media dan
terakhir bidang mode.”
Bidang media menjadi satu dari tujuh bidang yang harus digarap oleh
seorang muslim. Jangan sampai orang asing yang menguasainya. Akan berbeda jika
orang asing yang menguasainya karena bisa jadi akan mempunyai pandangan yang
berbeda.
Menjadi seorang jurnalis akan ikut serta mencatatkan sejarah dunia.
Seperti pepatah mengatakan, “kalau anda ingin mengenal dunia, maka membacalah.
Tetapi jika anda inin dikenal dunia, maka menulislah”. Menulis menjadi sesuatu
yang penting setelah membaca, dengan menulis dan menjadi seorang jurnalis maka
sesungguhnya ia telah turut serta dan ikut andil dalam sejarah dunia.
Banyak fenomena yang terjadi disekitar kita, seperti politik,
ekonomi, dan sosial. Dimana kita sebagai seorang jurnalis berada ditengah
tengah hiruk pikuk pernasalahan tersebut. Sebagai seorang jurnalis perlu visi
yang terkonsep dan terarah untuk menghadapi fenomena tersebut, supaya
menghasilkan berita yang memang dibutuhkan masyarakat bukan berita yang
diinginkan masyarakat.
Selain visi yang terkonsep dan terarah, diperlukan juga pondasi
yang kuat, niat yang tulus, i’tikad yang baik, memahami fungsi pers (kontrol
sosial, edukasi, hiburan), lalu memperdalam bidang keahlian, menguasai banyak
keterampilan, membangun networking ( jaringan) yang luas, serta mematuhi
peraturan perundang-undangan dan kode etik jurnalistik.
Kemudian yang harus dilakukan adalah peduli pada lingkungan
sekitar, pantang menyerah, menjadikan halangan menjadi tantangan, kreatif dalam
segala hal, banyak latihan, banyak membaca, jalan jalan untuk menambah wawasan
dan pengalaman, selanjutnya yang paling penting adalah menulis.
Dengan menulis, seorang jurnalis bisa membagikan apa yang ia
miliki, memberikan informasi kepada orang lain, sebagai media pendidikan dan
pengajaran, memberikan inspirasi, menyalurkan energi positif, melakukan kontrol
sosial dan bisa juga menjadi hiburan bagi pembacanya.
Namun semua itu tidak semulus apa yang dibayangkan, banyak
tantangan yang harus dihadapi, seperti perkembangan teknologi (kamera manual,
digital, drone), perkembangan media (mediamorfosis, konvergensi media), dan
berubahnya konsumsi media masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi seorang jurnalis, kemudahan
teknologi berpengaruh pada kinerja (menjadi lebih akurat, mendalam, kaya warna
atau sebaliknya malah menjadi malas), ketergantungan masyarakat terhadap
teknologi, informasi yang bertebaran dimana-mana namun tidak bisa dipertanggung
jawabkan kebenaranya, kesimpangsiuran informasi yang seharusnya jelas, hoax dan
masih banyak lagi.
Tetapi inti dari semua itu adalah konvergensi media dan
mediamorfosis. Konvergensi media merupakan berkumpulnya banyak media menjadi
satu media (smartphone) sehingga keberadaan media massa khususnya media cetak
semakin terancam, hal ini terjadi karena konsumsi masyarakat sudah beralih dari
media cetak ke media elektronik. Sedangkan mediamorfosis merupakan suatu
peristiwa dimana jika ada suatu media muncul, maka media yang lain terancam
keberadaannya. Seperti yang kita sekarang ini, media digital muncul maka media
cetak terancam keberadaanya.
Komentar
Posting Komentar