CONTOH REVIEW ARTIKEL JURNAL ANALISIS WACANA


IDENTITAS JURNAL

JUDUL                                         : MEDIA DAN NYIA
(Analisis Wacana Kritis Pembangunan Bandara Baru New Yogyakarta International Airport dalam Pemberitaan Media Lokal di Yogyakarta)
PENULIS                                   : Kamil Alfi Arifin & Umar Basuki
JURNAL                                    : Jurnal Komunikasi
P-ISSN/E-ISSN                       : 1907-898X/2548-7647                                         
VOLUME/NOMOR/TAHUN  : Volume 13/Nomor 1/Oktober 2018
HALAMAN                              : 69-80              


REVIEW
Artikel jurnal yang akan reviewer bahas merupakan artikel jurnal yang ditulis oleh Kamil Alfi Arifin dan Umar Basuki, mereka adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Respati Yogyakarta. Kamil Alfi Arifin dan Umar Basuki yang selanjutnya akan reviewer sebut dengan ‘penulis’, memulai tulisannya dengan memaparkan fakta mengenai pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang sangat berani dalam hal pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan dibeberapa sektor mulai dari bendungan, jalan raya, jalan tol, bandara dan berbagai proyek besar lainnya. Pembangunan infrastruktur dilakukan secara masiv, terutama dalam pembangunan bandara. Salah satu proyek besar pembangunan bandara adalah pembuatan NYIA (New Yogyakarta International Airport) yang bertempat di Temon, Kulonprogo, Yogyakarta.
Selanjutnya, mengenai latar belakang penelitian. Penelitian tersebut dilatarbelakangi karena adanya polemik mengenai pembangunan bandara baru NYIA (New Yogyakarta International Airport) . Pembangunan bandara baru NYIA mendapat resistensi yang kuat dari masyarakat, terutama masyarakat yang terdampak. Masyarakat Yogyakarta terbelah menjadi dua dalam menyikapi rencana pembangunan bandara baru tersebut : sebagian menolak, sebagian lagi mendukung. (Paragraf 1, halaman 71). Dalam pusaran polemik tersebut, media massa juga menjadi pihak yang  ikut terlibat mengambil bagian dalam perdebatan yang sedang terjadi. Media dalam pemberitaannya, ikut menggambarkan atau menimbulkan wacana tertentu. Bahkan media bisa menjadi medan pertempuran wacana yang sedang terjadi. Dari penjelasan tersebut, reviewer melihat bahwa penulis ingin mengetahui bagaimana wacana mengenai pembangunan bandara NYIA (New Yogyakarta International Airport) dalam pemberitaan media lokal (krjogja.com) di Yogyakarta.
Penelitian oleh Kamil Alfi Arifin & Umar Basuki ini menggunakan metode analisis wacana kritis yang bersandar pada paradigma kritis. Model analisis yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah model analisis yang dikembangkan oleh Sara Mills. Ada dua tingkat analisis dalam model analisis wacana yang dikembangkan oleh Sara Mills, yakni ; 1) Analisis posisi subjek-objek, 2) Posisi Pembaca. Berdasarkan pemaparan dari penulis, dalam konteks penelitian tersebut hanya akan digunakan satu tingkat analisis saja, yakni analisis posisi subjek-objek. Pada tingkat pertama yaitu analisis subjek-objek, analisis digunakan untuk menyelidiki bagaimana peristiwa dilihat dan dari kacamata siapa. Siapa yang diposisikan sebagai subjek pencerita dan siapa yang diposisikan sebagai objek yang diceritakan. Menurut Milss, pemosisian subjek dan objek ini dapat digunakan untuk melihat bagaimana ideologi dan kepentingan media bekerja. (Paragraf 4, halaman 72).
Selanjutnya, mengenai objek dari penelitian tersebut adalah teks berita mengenai pembangunan bandara NYIA pada media lokal Kedaulatan Rakyat (KR) terutama dalam versi online, yaitu di laman krjogja.com.  Adapun berita yang dianalisis adalah berita-berita yang dimuat sepanjang periode Agustus-September 2017. Menurut penulis, pemilihan media lokal dan waktu riset didasarkan pada pertimbangan ; 1) Media Lokal Kedaulatan Rakyat merupakan media lokal yang tertua di Yogyakarta yang memiliki pembaca yang cukup besar dan loyal. Media lokal Kedaulatan Rakyat, masih menjadi media lokal yang penting dan perlu diperhatikan untuk melihat isu-isu yang penting di Yogyakarta. 2) Pemilihan waktu riset didasarkan pada pertimbangan bahwa tahun 2017 merupakan tahun penting karena menandai proses dimulainya pengerjaan proyek pembangunan bandara NYIA.
Selanjutnya, mengenai hasil dari penelitian. Secara keseluruhan, hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa krjogja.com memproduksi wacana dukungan terhadap pembangunan NYIA dengan cara memposisikan narasumber yang pro terhadap NYIA sebagai subjek pemberitaan. Adapun yang mendukung pembangunan NYIA dapat dikategorikan dalam kelompok; Pemerintah Pusat, PT Angkasa Pura, Pemerintah Daerah, Pihak Swasta Mitra Pemerintah, Wahana Tri Tunggal, Sejumlah Tokoh Publik, Akademisi dan Seniman. Sedangkan kelompok yang kontra terhadap NYIA dapat dikategorisasikan menjadi; Warga Terdampak, Aktivis Lingkungan Hidup dan Agraria, Ativis HAM, dan Aktivis Mahasiswa. Dari hasil analisis yang dilakukan oleh penulis, selama bulan Agustus-September 2017 pemberitaan di krjogja.com banyak menggunakan narasumber pemberitaan dari pihak yang Pro NYIA serta memposisikan pihak yang Pro NYIA sebagai subjek pemberitaan. Sementara, kelompok yang kontra terhadap NYIA sangat jarang dijadikan narasumber berita, bahkan hanya dijadikan sebagai objek berita. Adapun topik-topik yang menonjol yang diberitakan dalam krjogja.com meliputi; Proses Pembangunan Bandara NYIA, Prospek dan Keunggulan NYIA, Peluang Usaha dan Ekonomi, Relokasi dan Ganti Rugi, Amdal, dan Mitigasi Bencana. Produksi wacana yang dilakukan oleh krjogja.com adalah wacana yang memberikan dukungan dan legitimasi terhadap proses pembangunan NYIA, krjogja.com banyak menghilangkan topik-topik penting dalam pemberitaan, misalnya dampak ekologi, perampasan lahan, kriminalisasi petani, serta kerusakan ekosistem yang dihasilkan. Dalam mendukung proyek pembangunan NYIA, krjogja.com menggunakan berbagai strategi pewacanaan tertentu, seperti nasionalisme dan pengorbanan untuk negara, serta menyerahnya WTT (Wahana Tri Tunggal).
  Menurut penulis, keberpihakan krjogja.com terhadap proyek pembangunan NYIA, sebetulnya bukan hal baru dalam hubungan media dan pembangunan negara Indonesia. Pernyataan tersebut dikuatkan oleh data yang dipaparkan oleh penulis dalam penelitian tersebut, yaitu  penelitian yang dilakukan George Junus Aditjondro, bahwasannya media melakukan proses rekayasa yang canggih dalam pemberitaan-pemberitaan mengenai pembangunan yang cenderung mengabaikan bahkan sengaja melupakan aspek ekologi  dan lingkungan hidup, media dianggap masih terlalu kuat melayani status quo politik dan ekonomi Indonesia.
Menurut reviewer,  Secara keseluruhan penulis telah memaparkan dengan cukup baik mengenai wacana dukungan yang dilakukan oleh media lokal krjogja.com terhadap proyek pembangunan NYIA.  Selanjutnya,  yang menarik dari penelitian tersebut adalah penulis mampu mengarahkan pembaca dengan baik, penjelasan cukup runut. Selain itu, penulis mampu membuat pembaca melihat dari sudut pandang yang lain yaitu sudut pandang ‘terdampak’ yang akhirnya mampu memberikan pandangan baru bagi pembaca bahwa dalam semua proyek pembangunan, kita perlu memperhatikan sisi-sisi ekologi dalam jangka panjang, karena menyangkut keberlangsungan hidup manusia.
Dilihat dari segi bahasa, bahasa yang digunakan cukup komunikatif, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami apa yang ada dalam penelitian. Reviewer juga tidak menemukan kata kata yang salah ketik atau typo. Bahkan reviewer juga tidak menemukan istilah-istilah ilmiah yang kerap membuat pembaca susah memahami apa isi dari penelitian.  
Namun demikian, seperti pepatah yang  mengatakan bahwa ‘tak ada gading  yang tak retak’, begitu pula dengan penelitian tersebut yang masih memiliki beberapa kekurangan.  Data-data pendukung yang digunakan dalam penelitian tersebut kiranya masih tergolong sedikit untuk sekelas artikel jurnal, untuk itu penambahan data-data pendukung yang lebih banyak dan lebih kaya sangat disarankan,  supaya pembaca dapat memperoleh rujukan serta membuat hasil penelitian lebih objektif dan terhindar subjektifitas penulis. Landasan teori yang digunakan juga tidak dijelaskan secara rinci, padahal landasan teori berfungsi sebagai pijakan dalam berfikir dalam sebuah penelitian. Selain itu, dalam penelitian tersebut reviewer menemukan ada beberapa kalimat yang diulang-ulang, yang menurut reviewer tidak perlu ditulis berulang-ulang karena disebutkan satu kali saja diawal itu sudah cukup membuat pembaca paham. Kalimat yang berulang tersebut dapat dilihat dalam paragraf 2, halaman 74 dan pada paragraf 1, halaman 77, meskipun kata-katanya tidak identik sama persis namun makna yang dihasilkan sama. Dalam penelitian tersebut, penulis tidak memaparkan jumlah berita dengan topik NYIA dalam pemberitaan krjogja.com selama bulan Agustus-September 2017, alangkah lebih baiknya jika penulis memaparkan jumlah berita dari masing-masing narasumber yang sudah dikategorisasikan oleh penulis yaitu kelompok  yang mendukung dan kelompok yang menolak. Dengan demikian, akan membuat hasil penelitian mempunyai validitas yang tinggi.
Sebagai saran dari reviewer, alangkah baiknya jika penelitian tersebut menggunakan teori analisis wacana yang dikembangkan oleh Sara Mills secara keseluruhan, tidak hanya berhenti pada satu tingkat analisis saja, yaitu analisis ‘subjek-objek’. Dengan analisis tingkat kedua yaitu analisis ‘posisi pembaca’, yaitu dengan melihat bagaimana posisi pembaca diletakan dalam sebuah teks,  kita dapat melihat ideologi media beroperasi melalu strategi-strategi wacana tertentu. Dengan demikian, penelitian tersebut akan memberikan sebuah pemahaman yang komprehensif.

Komentar

Postingan Populer